Surabaya, 23 Februari 2025 – SD Labschool Unesa 2 sukses menyelenggarakan Festival Budaya Purwakarsa, sebuah acara yang bertujuan untuk mengenalkan dan melestarikan budaya lokal kepada siswa, guru, dan wali murid. Acara ini berlangsung meriah di Gedung Pertunjukan Sawunggaling Unesa, diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta wali murid dengan antusiasme yang tinggi.
Bazar Kuliner Bertema Kota-Kota di Jawa Timur
Festival ini dimeriahkan dengan bazar kuliner bertema kota-kota besar di Jawa Timur, di mana setiap stand menghadirkan makanan khas daerahnya. Para pengunjung dapat menikmati berbagai hidangan tradisional seperti rujak cingur khas Surabaya, pecel Madiun, sate Madura, hingga nasi tempong khas Banyuwangi. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk lebih mengenal keragaman kuliner nusantara sekaligus belajar tentang budaya masing-masing daerah.
Kirab Budaya Mengawali Acara
Festival diawali dengan kirab budaya yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 1 dan 2, serta perwakilan dari kelas 3, 4, 5, dan 6. Selain itu ada juga pengurus paguyuban yang memeriahkan kirab. Para peserta mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Jawa Timur, menampilkan keberagaman budaya dengan penuh semangat. Kirab ini menjadi simbol persatuan dalam keberagaman serta bentuk penghormatan terhadap warisan budaya Indonesia.
Pertunjukan Seni Budaya yang Mengagumkan
Setelah kirab budaya, acara dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni budaya di dalam gedung. Beberapa penampilan yang menarik perhatian di antaranya:
- Ludruk Kelas 5 – Pertunjukan ludruk dari siswa kelas 5 sukses menghibur penonton dengan humor khas Jawa Timur. Aksi mereka yang jenaka dan dialog penuh canda tawa membuat suasana semakin meriah.
- Kisah Asal-Usul Pulau Madura (Kelas 6) – Siswa kelas 6 menampilkan drama yang mengisahkan tentang asal-usul Pulau Madura. Dengan kostum dan properti yang menarik, mereka berhasil menyampaikan cerita dengan penuh ekspresi dan makna.
- Tari Kolosal
- Warok dan Bujang Ganong
- Reog Ponorogo (Kelas 3 dan 4) – Penampilan puncak dari kelas 3 dan 4 yang membawakan kisah Reog Ponorogo menjadi daya tarik utama acara ini. Dengan gerakan tari yang dinamis serta kostum khas Reog, mereka memukau penonton dan membawa nuansa budaya yang begitu kental.
Melestarikan Budaya Sejak Dini
Festival Budaya Purwakarsa ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga media edukasi bagi siswa untuk lebih memahami dan mencintai budaya daerahnya. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan generasi muda semakin bangga terhadap warisan budaya bangsa serta turut serta dalam upaya pelestariannya.
Acara ini ditutup dengan apresiasi dari kepala sekolah kepada seluruh peserta dan panitia yang telah bekerja keras menyukseskan Festival Budaya Purwakarsa 2025. Semoga kegiatan serupa dapat terus diadakan di tahun-tahun mendatang untuk semakin memperkenalkan dan menjaga budaya Indonesia.




